IJTI Pengda Sulsel Kecam Aksi Pemukulan dan Perampasan Kamera Jurnalis Televisi

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID — IJTI Pengda Sulsel mengutuk tindakan kekerasan terhadap jurnalis biro SCTV-Indosiar, Ardy Yohaba. Tindak kekerasan ini dilakukan oleh oknum Panitia Pelaksana Bupati Cup Kabupaten Lampung Utara, yang terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Kejadian bermula ketika Ardy Yohaba, Jurnalis biro SCTV-Indosiar, hendak melakukan wawancara kepada pihak panitia. Ardy diketahui ingin meminta klarifikasi atas kericuhan di salah satu pertandingan pada turnamen tersebut yang menyebabkan salah satu klub didiskualifikasi.

Namun, bukannya respons jawaban yang didapat, melainkan pukulan dari salah satu oknum panitia. Tidak hanya itu, kamera korban juga dirampas oleh pelaku.

Ardy Yoehaba sendiri telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Lampung utara. Laporan diterima langsung oleh Kepala SPKT, Ipda Irwanto, dengan nomor Laporan Polisi : LP / 855 /B / VIII / 2020 / POLDA LAMPUNG / RES L.U

Kepala Bidang Advokasi IJTI Pengda Sulsel, Zakiyuddin Akbar, menegaskan, IJTI Pengda Sulsel sangat mengecam dan mengutuk tindakan pemukulan dan perampasan kamera yang dilakukan oleh oknum panitia pelaksana pertandingan. Aksi pemukulan terhadap Ardy dinilai sudah memenuhi unsur pidana.

Tidak hanya itu, pelaku juga dianggap melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kegiatan jurnalis ini dilindungi oleh undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Dan dalam kasus ini, posisi korban jelas. Ia dalam posisi bertugas dan melakukan peliputan,” tegasnya.

Komentar

Loading...