Penantang Berpotensi Kejutkan Delapan Petahana di Pilkada

ILUSTRASI

Ketua Tim Pemenangan Malkan-Salahuddin, Herman Agus mengatakan, kali ini pihaknya lebih siap bertarung melawan paslon Suardi Saleh- Andi Mirza Riogi. Pihaknya yakin, strategi pemenangan telah disusun dengan baik dan dipastikan tidaklah sama pada 2015 lalu. Tim pemenangan 2020 ini lebih kompleks.

“Sekarang lebih hebat dan kuat karena para pendukung Andi Idris dan pendukung Andi Anwar pada 2015 lalu pindah mendukung Malkan,” kuncinya.

Pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto menganggap sejumlah nama ini memang berpotensi sebagai kuda hitam. Mengingat dari semua petarung di daerahnya, hanya Paslon tersebut yang kurang populer. “Jadi nama-nama yang tidak populer ini, tidak bisa dipandang enteng,” jelasnya.

Pertama, kata dia, lawan tidak akan bisa mengukur kekuatan mereka. Entah kekuatan jaringan politik atau kekuatan ekonominya. “Itu yang kadang-kadang tidak bisa diprediksi, sehingga langkah-langkahnya tidak bisa diantisipasi oleh pasangan yang sudah populer duluan,” ucapnya.

Bagi pasangan calon yang akan menghadapi paket kuda hitam, Anto menyarankan agar mereka mampu mempertahankan basis suaranya. Dikarenakan pergerakannya sulit terbaca.

“Biasanya kandidat populer menganggap basis loyal tak diperhatikan lagi. Padahal pergerakan itu dinamis. Dalam semalam, itu bisa saja terjadi,” bebernya.

Senada dengan Ali, pengamat politik Unhas, Andi Lukman Irwan menyatakan, potensi penantang untuk membuat kejutan di sejumlah daerah pilkada sangat besar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...