Penantang Berpotensi Kejutkan Delapan Petahana di Pilkada

ILUSTRASI

Sepanjang penantang mampu melakukan konsolidasi jejaring partai dan relawan di semua tingkatan dan disertai pendekatan kampanye secara massif.

“Bisa dengan mengkapitalisasi kegagalan-kegagalan program dari incumbent selama 5 tahun kepemimpinannya. Itu senjata yang jadi potensi untuk menumbangkan petahana,” jelasnya.

Lukman juga menambahkan, kegagalan banyak petahana terutama pada 2018 lalu terjadi karena para kepala daerah terlalu abai dan menikmati kekuasaan.

Secara teori, calon kepala daerah petahana seharusnya mendapatkan privelege di pilkada karena mereka memiliki waktu kampanye yang lebih panjang dibanding para penantang. Biasanya kekalahan petahana karena tidak mampu membangun citra politik berupa kebijakan-kebijakan yang membangun citra positif selama lima tahun memimpin.

“Peluang-peluang seperti ini harus mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para penantang sebagai celah politik untuk mengkapitalisasi personality penantang sehingga pemilih akan memandang penantang sbg alternatif solusi untuk pilihan politik mereka,” imbuhnya. (fkt-rus-sua-shd/abg/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...