Soal Dana Stimulan Huntap untuk Korban Bencana, Ini Penjelasan Kalaksa BPBD Luwu Utara

FOTO: ISTIMEWA

Fajar.co.id, Luwu Utara — Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Muslim Muhtar, mencoba meluruskan informasi terkait pemberian bantuan dana stimulan untuk hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana banjir bandang yang rumahnya rusak berat atau yang sudah kehilangan tempat tinggal.

Menurut Muslim, saat ditemui, Jumat (28/8/2020) kemarin, di Masamba, dana stimulan dari pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB, untuk pembangunan huntap itu jumlahnya sebesar Rp 50 juta untuk satu rumah. Nilai tersebut, ungkap Muslim, tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk ramuan rumah senilai Rp 50 juta.

“Rumah warga yang rusak berat akan dibikinkan rumah oleh pemerintah melalui bantuan dana stimulan, nilainya Rp50 juta. Jadi, bukan uang tunai yang dikasi, tapi rumah yang dibangunkan di lokasi milik pemerintah,” ungkap Muslim. Ia menambahkan, Lokasi huntap nantinya akan dihibahkan, sehingga tanah dan rumah akan menjadi hak milik warga.

“Lahan huntap adalah lahan milik pemerintah yang akan diserahkan kepada yang bersangkutan. Jadi, tanah plus rumah yang diberikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal,” urai Muslim.

Hal menarik lainnya, untuk pembangunan huntap, sebut Muslim, pemerintah akan membentuk satgas yang nantinya akan bekerja membangun huntap.

Huntap yang akan dibangun adalah type 36. Kendati demikian, pemerintah tetap menyediakan kelebihan tanah. “Jadi, tidak usah khawatir, pemerintah tetap akan menyediakan kelebihan tanah supaya ke depan warga bisa melakukan pengembangan rumah. Ukurannya masih sementara dibahas. Tentu pemerintah sudah pikirkan ini,” imbuh dia.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar