Susuri Sungai dan Tambak, Masyarakat Labakkang Rindukan Suara Azan Masjid

Kondisi masyarakat Kampung Buttue, Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang yang tidak memiliki sarana ibadah. (FOTO: SAKINAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Tiap jumat, kaum lelaki di Kampung Buttue, Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang harus berangkat pukul 9 atau 10 pagi hari untuk melaksanakan salat jumat.

Mereka mesti menempuh perjalanan satu jam untuk sampai ke masjid terdekat. Ada yang salat di Masjid Sapanjang, Desa Gentung, ada juga yang lebih memilih ke Kampung Leppangan, Kelurahan Talaka. Tiap jumat itu yang dilakukan, agar dapat tetap melaksanakan salat Jumat.

“Begini lah setiap Jumat. Harus berangkat jam 10. Paling lambat jam 11. Supaya tetap dapat pelakanaan salat jumat di Masjid terdekat. Kita harus naik perahu. Di sini tidak ada masjid,” ujar Lukman, warga setempat.

Lukman pun mengutarakan, kadang kala ia berangkat ke masjid setelah mencari ikan di laut. Apabila hari jumat, ia harus kembali dari laut lepas lebih cepat. Agar dapat melaksanakan salat jumat juga.

Sebab, di kampungnya sama sekali tidak ada masjid. Itu sudah berlangsung sejak puluhan tahun hingga saat ini. Hanya janji-janji yang diperoleh, untuk pembangunan masjid. Namun, tak pernah terealisasi.

“Kita sangat berharap di sini betul-betul bisa dibangunkan masjid. Supaya kami tidak jauh lagi salat jumat, apalagi bulan ramadan, kita susah sekali untuk tarawih dan lebaran harus berangkat subuh-subuh, itu permintaan kami, agar dapat dibangunkan masjid,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar