Emak-emak Desak Pembelajaran Tatap Muka, Kalangan Akademisi Mendukung

BIKIN STRES: Puluhan walimurid demo di kantor Disdikbud Jumat (28/8). Mereka mendesak pemerintah membuka sekolah. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

FAJAR.CO.ID — Aksi emak-emak dan puluhan walimurid menggelar demo di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, mendapat dukungan dari praktisi dan pegiat pendidikan. Pembelajaran tatap muka perlu dicoba dan kegiatan belajar mengajar (KBM) dibuka kembali dengan protokol pencegahan Covid-19.

Salah seorang praktisi pendidikan, Prof Ahmad Zahro, menghormati kebijakan Kemendikbud yang belum membolehkan sekolah dibuka.

“Saya secara pribadi, Covid-19 ya Covid-19. Namun kehidupan harus tetap berjalan, apalagi yang berkaitan dengan agama tidak boleh dikalahkan dengan Covid-19,” ujarnya kepada JawaPos (grup FAJAR) Sabtu (29/8/2020).

Dia menambahkan, pemerintah harus segera komunikasi dengan orang tua dengan membuat angket mengenai kebijakan pendidikan di Jombang.

”Bagi orang tua yang menyetujui sekolah dibuka, ya harus diberlakukan secara bertahap dan sesuai standar Covid-19. Namun bagi yang tidak setuju maka kita hormati dan tetap dilakukan secara daring,” jelas dia.

Rektor Unipdu Jombang ini mengakui, banyak kendala yang dialami orang tua saat pembelajaran daring. Salah satunya kebutuhan kuota internet.

”Karena biaya pembelian pulsa ini menjadi beban tersendiri. Belum lagi beban mereka menanggung kebutuhan selama pandemi,” jelasnya lagi.

Pembelajaran di sekolah, memang perlu diwaspadai. Khususnya siswa TK dan SD yang perlu pemantauan dari guru. ”Karena sifatnya terbuka. Berbeda dengan pesantren yang sifatnya tertutup,” tegasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...