Kisah Aisyah Ditinggal Mati Anjas: Terakhir Maki Ini Sama-sama

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tetesan air mata masih mengalir hingga membasahi pipi perempuan berkaus merah muda ini. Isak tangisnya tak bisa ditahan.

Namanya Aisyah. Matanya juga memerah. Tak henti-hentinya menangisi kepergian sang kekasihnya, Anjas untuk selamanya.

Aisyah tak menyangka, hubungan asmaranya harus dipisahkan ajal. Dia harus rela ditinggalkan Anjas, yang tewas diduga tertembak aparat di kepalanya.

Atas insiden itu, Anjas sempat kritis dan dibawa ke RS Bhayangkara, Kota Makassar karena luka yang diduga tembakan di dahinya.

Sebelum meninggal, Asiyah masih sempat bercerita dengan pacarnya itu, yang baru saja menjalin hubungan selama seminggu ini.

"Saya sedang ada di rumah teman. Setelah itu saya dijemput dan ditanya bilang begini (Anjas diduga tertembak)," kata Aisyah, Minggu (30/8/2020).

Setelah mendengar kabar itu, Aisyah langsung memandang wajah Anjas di ponsel miliknya. Tangisnya mampu ia bendung hingga pecah saat itu juga.

Dalam setiap jalinan hubungan asmaranya, pasangan muda-mudi ini sering memadu kasih di Jalan Bolu, Kota Makassar.

"Terakhir saya bersama dia kemarin sebelum kejadian. Dia antar saya juga pulang," tambah Aisyah sembari menangis.

Juga beberapa hari sebelum kejadian, Anjas yang meninggal di usia 23 tahun itu sempat membuka seluruh isi obrolan Aisyah di akun sosial medianya.

"Sebelumnya juga dia buka ponsel saya cari chat-chat lain yang tidak dia suka. Dia pun bilang, terakhir maki ini sama-sama," jelas perempuan berkulit putih ini.

Anjas pun marah dan mengabaikan Aisyah, sang pujaan hatinya itu. Namun tak berselang lama, hubungannya keduanya pun kembali membaik.

"Jadi saya bujuk lalu baikan lagi," pungkas dia.

Namun nahas, tepat di Jalan Barukang III, Lorong 4, Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, pada haribMinggu dini hari (30/8/2020) pukul 01.30 Wita kemarin, Anjas tersungkur ke tanah.

Dia diduga terkena tembakan senjata api oleh polisi yang sedang mencari seseorang, demi mengungkap kasus atas laporan yang masuk.

Namun kedatangannya disangka pencuri oleh warga hingga lari menyelamatkan diri, dari amukan warga yang tak terima wilayahnya didatangi oleh aparat.

Polisi berpakaian preman itu pun merasa terdesak saat hendak mengambil kendaraannya, apalagi sempat dipukul oleh warga di sana.

"Anggota ini diminta perlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) lalu dipukul dari belakang. Ada juga orang berteriak pencuri. Sehingga anggota ini lari dan warga mengejar," kata Kapolres Pelabuhan, AKBP Muh Kadarislam.

Polisi itu juga sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan, dan peristiwa itu terekam oleh kamera CCTV.

"Kebetulan juga ada anggota lain yang patroli dan menyelamatkan anggota ini. Di situ terjadi (diduga) penembakan. Ini juga masih di Propam Polda dan masih pendalaman peran masing-masing," sambung perwira dua melati ini. (ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan