Merangkai Cita-cita dari Atap Bumi Sulawesi

BAHAGIA. Anak-anak di Dusun Nating, Desa Sawitto, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan senang mendapat buku tulis dari Komunitas Geleri Macca. Meski berada di daerah terpencil, siswa di Nating juga punya cita-cita tinggi untuk bisa sukses. YUSRIADI/FAJAR

FAJAR.CO.ID– Randy Ramli (9) baru saja menerbangkan layang-layangnya, Minggu sore (16/8/2020). Ia bersama Sali dan Tahir. Dua sahabatnya itu yang selalu ditemani bermain di Dusun Nating, Desa Sawitto, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Angin yang kencang di Nating membuat anak-anak di sana mudah menerbangkan layangan. Randy cukup melepas layangan buatannya sendiri, lalu berlari kecil sambil menarik tasi atau tali layangan. Sejurus kemudian, layangan melambung hingga gulungan tali tak bersisa di kaleng bekassusu.

Tak lama bermain, Rina ibu Randy memanggil “Sekolah Nak,” teriak ibu paruh baya itu dari dipan kolong rumahnya. “Iye (iya, red) Mak,” jawab Randy.

Ya, waktu sudah petang. Meski hari Minggu, Randy dan beberapa siswa lainnya harus sekolah di rumah gurunya. Selama pandemi Covid-19, SD Negeri 188 Nating tak dibuka untuk pelajaran tatap muka. Solusinya, siswa bergantian untuk belajar di rumah gurunya.Tiap kelompok yang terdiri delapan orang, kebagian dua jam belajar sepekan. Randy dapat jatah tiap Minggu sore.

Dusun Nating berbeda dengan daerah lain di Enrekang dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Wilayahnya berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain itu akses ke sana juga masih susah. Berupa jalan setapak yang becek dan berlumpur saat hujan mengguyur.

Komentar

Loading...