Rachmat Taqwa Ajak Milenial Pilih Pemimpin yang Peduli Perubahan

Anggota DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy menggandeng sejawat kaum muda, agar mengambil peran penting sebagai generasi agent of change yang akan memberikan andil terhadap kemajuan Kota Makassar.

Menurut Rachmat, usia muda adalah masa yang paling optimal untuk menciptakan sebuah perubahan, karena pemuda mempunyai energi yang paling besar, serta visi idealisme tentang perubahan yang tinggi.

Dijelaskan pula, momentum Pilkada, menjadi ajang bagi pemuda untuk berpartisipasi menyukseskan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tahun 2020.

“Kita harus berkontribusi untuk kemajuan daerah kita. Tentu dengan memilih seorang pemimpin yang punya kapasitas tinggi, peduli terhadap kondisi masyarakatnya. Dengan begitu, secara tidak langsung kita sudah ikut andil dalam membangun dan memperbaiki kondisi daerah kita,” ujar Rachmat dalam Dialog Pemuda Milenial yang mengangkat tema ‘Apa sih peran pemuda milenial di jaman now ini’ yang digelar di Warkop Sobaa, Jalan Sabutung, Makassar, Minggu (30/8/2020).

Lanjut Rachmat, pemuda seharusnya tidak boleh berpikir untuk tidak mengambil peran dalam memilih pemimpinnya, terlebih karena alasan tidak mengenal siapa calonnya.

“Kalau kita masih punya pikiran bahwa buat apa memilih kalau tidak kenal pemimpinnya, berhenti berpikir seperti itu. Minimal tahu saja, atau lainnya sebagai wakil rakyat yang bisa menyalurkan aspirasi atau pikiran teman-teman,” urainya.

Rachmat menyatakan, jika sudah banyak generasi muda yang berpartisipasi aktif dalam pilkada 2020, maka partisipasi masyarakat dalam pemilu akan meningkat. Itu sangat baik dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia.

Selain soal pemilu, Rachmat juga mengajak pemuda berpartisipasi di era new normal. Kata dia, di tahun 2020 ini merupakan babak baru dalam kehidupan manusia di seluruh dunia, berperang melawan Covid-19 atau virus corona.

“Pemuda milenial saat ini memang hidup dengan teknologi digital. Tapi, itu seharusnya tidak buat kita jadi terperdaya, terutama dengan game yang sekarang ini banyak menyita waktu anak muda kita. Sudahi itu, elemen pemuda harus jadi motor penggerak dalam menggaungkan protokol kesehatan guna pencegahan virus corona,” tandasnya.

Penanganan Covid-19, jelas Rachmat adalah tanggungjawab semua elemen masyarakat, termasuk peran dan fungsi para pemuda sebagai agent of change.

“Fakta masyarakat kita saat ini jarang lagi untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, protokol dasar seperti penggunaan masker dan aktivitas cuci tangan sering diabaikan, hal ini dapat menjadi menjadi bom waktu ledakan kasus corona dikemudian hari. Karena itu kesadaran kita untuk bergerak bersama sangatlah penting,” imbuh Rachmat. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...