Riset Inside, Seperti Ini Pamor Calon Wali Kota Makassar di Media Sosial

Minggu, 30 Agustus 2020 18:49

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Lembaga Riset dan Konsultan, Indo Supporting Idea (Inside) mengungkap fakta menarik terkait perilaku pengguna media sosial di tiga platform terbesar Facebook, Instagram dan Youtube dalam momentum Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2020.

Dari hasil monitoring dan analisis media sosial Facebook dan Instagram selama satu bulan terakhir pada 27 Juli – 27 Agustus, ditemukan sebaran volume percakapan atau seberapa banyak pasangan kandidat dibicarakan di media sosial tersebut, Danny-Fatma mengungguli kandidat lainnya.

Direktur Eksekutif Inside, Nurcholis dalam pemaparannya, Minggu (30/8/2020) mengungkap volume percakapan pasangan Danny-Fatma sebesar 51,77 persen, Dilan 15,14 persen, Appi-Rahman 7,91 persen, dan None-Zunnun 25,18.

“Angka ini dilihat dari jumlah post, shares, maupun comments di FB dan Instagram,” jelas Nurcholis.

Hasil yang sama juga ditemukan dalam hal daya tarik netizen kepada masing-masing empat kandidat. Lagi-lagi Danny-Fatma mengungguli paslon lainnya.

Danny-Fatma mendapatkan skor 35,57 persen, Dilan 20,19 persen, Appi-Rahman 25,42 persen, dan None-Zunnun 18,83 persen.

Hasil ini menggambarkan seberapa besar daya tarik masing-masing paslon dilihat berdasarkan jumlah percakapan selama satu bulan terakhir. Tapi tidak paralel dengan jumlah percakapan itu sendiri.

“Misalnya Appi-Rahman volume percakapannya paling sedikit namun daya tarik Appi menggungguli Dilan dan Imun. Disebabkan karena jumlah likes yang diterima lebih besar,” tutur jebolan Pasca Sarjana Universitas Indonesia itu.

Fakta berbeda ditemukan dalam platform Youtube. Pasangan Appi-Rahman lebih condong mendominasi dibanding pasangan lainnya.

“Appi-Rahman paling aktif di Youtube dengan jumlah video 34 dan egangement terbanyak 77,18 persen dibanding kandidat lain. Masing-masing adalah video penyerahan rekomendasi Ketum Partai Demokrat, Deklarasi Appi-Rahman, dan Appi-Rahman Menyapa,” jelas Nurcholis.

Inside yang telah mengantongi sertifikat resmi dari platform Facebook mengklaim, monitoring data dan analisis media sosial ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Makassar.

Menurutnya, penggunaan kampanye melalui media sosial memiliki keunggulan tersendiri dibanding tipe konvensional yang menggunakan spanduk, baliho dan alat peraga lainnya.

“Kami juga menemukan netizen di Makassar paling sedikit 3,5 jam perhari dalam mengakses medsos. Kita mengamati perilaku di media sosial, tanpa orang tahu. Ini lebih natural dan kecil potensi erornya,” pungkasnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar