Adik Ipar Tewas di dalam Tahanan, Edo Kondologit: Tidak Manusiawi

Edo Kondologit. Foto: Instagram

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Musikus Edo Kondologit membeberkan kronologis adik iparnya, George Karel Rumbino alias Riko yang meninggal dunia di dalam tahanan Mapolres Sorong, Papua Barat.

Riko diduga terlibat dalam kasus pembunuhan serta pemerkosaan tetangganya.

“Sebelumnya ada kasus meninggal di tetangga, ada indikasi dan beberapa hal yang dianggap berhubungan. Makanya (Riko) diserahkan sama mamanya (ke kantor polisi),” kata Edo Kondologit, kepada awak media, Senin (31/8).

Menurut Edo, ibu mertuanya menyerahkan Riko ke Mapolres Sorong pada 28 Agutus lalu. Sang mertua sengaja menyerahkan Riko dengan harapan polisi dapat menangani kasus tersebut dengan baik. “Karena berhubungan baik dengan tetangga, makanya si mamanya itu langsung menyerahkan anaknya untuk diproses,” ujar Edo.

Namun nahas, Riko justru meninggal dunia di dalam tahanan dengan kondisi yang cukup mengenaskan.

“Silakan diproses saja kalau memang bersalah, bukan dianiaya, diinterogasi secara tidak beradab, ditembak dua kaki, tangan dua-duanya diborgol, ini kan mengusik rasa keadilan,” tuturnya.“Ditembak kaki kiri kanan, mukanya hancur digebuki. Digebuki sama tahanan lain dibiarkan, lalu jenazahnya dibiarkan terbaring dengan luka di lantai. Ini kan perbuatan yang tidak manusiawi,” lanjut Edo.

Pelantun Aku Papua ini mengatakan bahwa polisi mengaku sengaja menembak kedua kaki Riko lantaran hendak melarikan diri.

“Kami akan tempuh jalur hukum, pihak keluarga akan membuat tuntutan resmi ke Kapolri. Ini kan negara hukum bukan negara barbar,” pungkasnya. (jpnn)

Komentar

Loading...