Arief Poyuono: Menteri Erick Sangat Dominan, Menko Mahfud Bicara Resesi, Bagaimana ini Kang Mas Jokowi?

arief poyuono

Tentu saja, sambung Arief banyak indikator sisi konsumsi masyarakat yang jadi faktor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi tidak terhitung secara akurat terutama komsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor informal dan kegiatan under ground ekonomi di Indonesia.

Contoh saja BPS tidak pernah menghitung masker sebagai APD yang di produksi oleh UKM atau informal yang mana saat Covid-19 mayoritas masyarakat banyak mengunakan masker yang diproduksi oleh UKM dibandingkan yang diproduksi Pabrik.

”Jadi tolong menteri Jokowi jangan bikin gaduh terkait keadaan ekonomi nasional, kerja saja percepat semua program penyelamatan ekonomi nasional, jangan malah nakutin masyarakat dengan data data yang enga benar,” paparnya.

Terpisah, Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti. Ia mengakui, kementerian dan lembaga yang mendapat tugas penanganan pandemi dan dampaknya, sepertinya sangat lambat dalam bekerja. ”Sehingga kita lihat, beberapa kali Presiden Joko Widodo menyinggung soal itu,” terang Lanyalla.

Nah, berdasarkan data, hingga pekan pertama bulan Agustus 2020, dana yang terserap baru Rp151,3 triliun atau 21,8 persen dari pagu 7 anggaran sebesar Rp695,2 trilyun yang disiapkan untuk penanganan pandemi dan dampaknya.

Artinya benar-benar dibutuhkan percepatan, monitoring dan evaluasi. Persis seperti amanah dalam Perpres tersebut. Bahkan program bantuan langsung tunai juga masih terserap di bawah 50 persen.”Sekali lagi saya katakan, bahwa roadmap dan sistematika berpikir dalam Perpres tersebut sudah benar,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...