Bukhori Yusuf: Istana Perlu Buat Monumen Penghargaan bagi Tenaga Medis

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf

Politisi PKS ini menilai tindakan pemerintah yang seolah menomorduakan aspek kesehatan bisa dicermati dari sisi lemahnya segi anggaran yang dikucurkan serta daya serap anggaran oleh Kementerian Kesehatan terkait penanganan Covid-19. Sebelumnya, pemerintah telah menaikan anggaran penanganan Covid-19 yang semula Rp 405,1 Triliun menjadi 677,2 Triliun atau membengkak sebesar 67 persen.

“Dalam perubahan postur anggaran yang baru, kita bisa cermati bahwa anggaran untuk korporasi ternyata jauh lebih besar, yakni sekitar Rp 120 Triliun jika dibandingkan dengan anggaran untuk bidang kesehatan yang hanya berkisar Rp 87 Triliun. Ironisnya terhitung sampai bulan Juli 2020, serapan anggaran kesehatan ini baru mencapai Rp 4,4 Triliun atau sekitar 5% saja,” ” bebernya.

“Artinya, kegagapan pemerintah dalam menentukan skala prioritas ternyata berakibat fatal, yakni hilangnya nyawa anak bangsa. Sekali lagi, kita benar-benar dibuat merinding ketika dihadapkan fakta bahwa sudah 100 dokter yang wafat akibat Covid-19 ini. Bertambahnya angka kematian tenaga medis ini tidak boleh dimaknai sebagai angka statistik semata, sebab mereka adalah bagian dari keluarga kita dimana keberadaan mereka sesungguhnya memiliki makna tersendiri bagi orang-orang di sekitarnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bukhori meminta kepada pemerintah untuk menyertakan hati nurani, dan secara khusus kepada Presiden, supaya berpihak pada keselamatan nyawa tenaga medis dalam mengatasi Covid-19. Di samping itu, ia juga mengusulkan agar para tenaga medis yang wafat dibuatkan monumen di depan istana.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...