Denda Perda Gowa Hanya Sebatas Edukasi, Masih Dikaji Pemprov

Hanya Sosialisasi. Personel TNI, Polri, dan Satpol PP Gowa sosialisasi perda wajib masker dan membagi masker di Taman Sultan Hasanuddin Gowa, Minggu, 30 Agustus. (RUDIANSYAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, GOWA– Penegakan perda wajib masker masih sebatas edukasi. Penerapan denda belum bisa dilakukan.

Peraturan Daerah (perda) Gowa No 25 Tahun 2020 tentang Wajib Menggunakan Masker, yang telah disepakati oleh DPRD Gowa beberapa waktu lalu masih dalam proses asistensi di Pemprov Sulsel. Jika disepakati, sanksi membayar denda dimulai.

Kasatpol PP Gowa, Alimuddin Tiro, mengatakan, lembaran daerah untuk penegakan perda masker belum keluar. Sehingga, penerapan denda berupa panarikan uang pembayaran sanksi belum dilakukan.

“Kita hanya memberikan sanksi sosial saja. Seperti push up. Tetapi denda uang bagi pelanggar masker kita sosialisasikan setiap hari,” kata Alimuddin Tiro, Minggu, 30 Agustus.

Pihaknya bersama personil Kodim 1409 Polres Gowa dan Satpol PP mendatangi pengunjung di Taman Sultan HasanuddinJl Tumanurung Raya, kemarin. Seluruh masyarakat dihimbau tetap menggunakan masker.

“Sambil memberikan pemahaman ke masyarakat tentang dendanya. Rp150 ribu bagi PNS dan Rp 100 ribu bagi masyarakat umum,” bebernya.

Sementara itu, Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib, mengatakan, seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Mengingat sampai hari ini, yang dinyatakan positif Covid-19 sudah 907 orang.

“Untuk itu, kami bersama personel kepolisian dan satpol PP Gowa tidak berhenti melakukan sosialisasi wajib masker,” kata Muh Suaib.

Senada dengan hal itu, Kapolres Gowa Akbp Boy Fs Samola meminta agar seluruh dengan sabar dan terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat tentang wajib bermasker. Anggota kepolisian sebagai garda terdepan bersama TNI sebagai pejuang kemanusiaan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...