Kasus Polsek Ciracas, 12 Oknum TNI Sudah Ditahan, Korban Lain Diminta Segera Melapor

Suasana mencekam di Polsek Ciracas saat peristiwa berlangsung.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Polda Metro Jaya mempersilahkan masyarakat yang menjadi korban penyerangan oleh gerombolan orang tak dikenal agar melapor terkait insiden penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

Saat ini ada 3 korban penyerangan Mapolsek Ciracas. Dua korban yakni anggota Dit Pamobvit Polda Metro Jaya, Bripda Bernandus, anggota Dit Sabhara Polda Metro Jaya, dan juga 1 orang wartawan ANTV atas nama M. Husni.

“Kalau korban lain, silahkan melapor nanti akan kami tindak lanjuti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

Menurut Yusri, saat ini 12 anggota TNI yang diduga terlibat penyerangan Polsek Ciracas sudah diserahkan ke POM TNI untuk penanganannya.

Namun, pihaknya masih terus mencari pelaku dari masyarakat sipil yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas.

“Semuanya dalam lidik (penyelidikan) dan sidik (penyidikan),” ungkapnya.

Polsek Ciracas dibakar dan dirusak oleh orang tak dikenal pada Sabtu (29/8/2020). Polisi menduga ada 100 orang kurang lebih yang terlibat dalam peristiwa ini.

Perusakan Polsek Ciracas diawali oleh seorang oknum TNI, Prada MI, menyebarkan berita bohong bahwa dirinya dikeroyok sehingga memicu aksi perusakan.

Namun, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan Prada MI mengalami kecelakaan tunggal, bukan dikeroyok massa.

Kini sebanyak 12 anggota TNI AD yang telah menjalani pemeriksaan terkait penyerangan dan perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.

Komentar

Loading...