Marak Pemakaian Busur, Warga Takalar Terkena dan Luka Robek di Pipi

kasus penganiayaan menggunakan busur, yang dilakukan oleh tersangka RZ, 16 tahun dan SK, 24 tahun.

FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Tak hanya di Kota Makassar saja. Di daerah sekitarnya juga marak pemakaian anak panah, atau busur yang digunakan untuk menyerang lawan.

Seperti yang terjadi di Dusun Karama, Desa Aeng Batu- Batu, Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar, pada Sabtu (29/8/2020).

Di wilayah penghasil tanaman jagung itu telah terjadi kasus penganiayaan menggunakan busur, yang dilakukan oleh tersangka RZ, 16 tahun dan SK, 24 tahun.

Akibatnya korban bernama Jamaluddin yang merupakan warga setempat, terlibat cekcok dengan kedua pelaku.

“Korban menderita luka robek pada pipi sebelah kanan dan luka gores pada pipi seblah kiri,” kata Ps Kanit Reskrim Galut, Aipda Syarifuddin, Senin (31/8/2020).

Usai mendapat perlakuan tak menyenangkan itu, korban langsung melapor ke polisi untuk segera menangkap kedua pelaku.

Namun tak berselang lama, polisi berpakaian preman dan bersenjata lengkap pun langsung mengejar pelaku. Hasilnya, RZ dan SK ditangkap secara terpisah dan tak jauh dari lokasi kejadian.

“Keduanya ditangkap tanpa perlawanan. Kasusnya berawal dari kesalahpahaman hingga terjadi cekcok mulut antara korban dan kedua pelaku,” tambahnya.

Sebuah pelontar dan anak panah ditemukan di saku RZ. Keduanya kini resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik.

“Keduanya dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama. Ancaman hukuman lima tahun penjara,” tutup dia. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar