Pemkot Makassar Ubah 3 Truk Sampah jadi Bus Wisata

Pemkot Makassar Ubah 3 Truk Sampah Jadi Bus Wisata

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana menghadirkan bus wisata gratis. Tiga truk sampah akan diubah dan beralih fungsi menjadi bus.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Mario Said, mengungkapkan alasan Pemkot memilih truk sampah menjadi bus pariwisata dikarenakan hadirnya truk sampah baru dengan sistem press. Sehingga truk sampah yang sekarang akan dialihfungsikan.

“Karena kalau saya tidak salah, truk sampah yang ada sekarang, jika kebutuhannya 1 kali, itu sebenarnya bisa 5 kali, karena bisa di press ki di dalam sampahnya,” ujarnya, Senin (31/8/2020).

Kata Mario, pihaknya akan menguji terlebih dahulu truk sampah yang akan dimodifikasi. Termasuk pengecekan kelayakan dan keamanan bagi penumpang nantinya.

“Saya kira pasti dilihat memang kondisi mobil sampah yang bagus, kan mobil sampah yang Tangkasa itu kan lumayan bagus. tapi itu mungkin itu baru mau dicoba dulu 3 dulu,” paparnya.

Sementara itu kapasitasnya pengangkutan untuk manusia sendiri, kata Mario, truk sampah bisa mengangkut sekitar 20 orang. Apalagi, menurutnya, bisa lebih banyak jika fasilitas untuk penumpang yang berdiri pun disediakan.

“Kapasitasnya kalau bus bus 3/4 kan paling 22-24, begitu truk sampah, sekitar itu, tapi kan ada yang duduk, ada yang berdiri kalau memang begitu,” imbuhnya

Sementara untuk penyediaan bus wisata lainnya, Mario menyebutkan terdapat 2 kendaraan bantuan. Ini berasal dari Pemprov Sulsel yang didapatkan bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Mungkin ada dulu 2, dari provinsi. Bukan Damri, ada bantuan dari kementerian, bukan BRT karena BRT itu Damri. Ini langsung dari kementerian,”pungkasnya.

Mario menambahkan, modifikasi truk sampah akan segera dilakukan. Sesuai dengan instruksi dari Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin. Sehingga truk sampah yang lama bisa difungsikan dan tidak tinggal begitu saja.

“Kalau rencananya Pimpinan dia menginginkan truk sampah itu kapasitas bisa lebih banyak dibandingkan yang sekarang dengan sistem press. Sebenarnya sudah ada pengenalannya, sudah ada di perlengkapan, mungkin itu yang mau diperbanyak,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...