PRA Luqman Zulkaedin Resmi Dibobatkan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon

PR Luqman Arief Zulkaedin (tengah) menyampaikan pidato pertamanya usai dinobatkan menjadi Sultan Sepuh XV di Cirebon Minggu (30/8). (Dedhez Anggara/Antara)

FAJAR.CO.ID, CIREBON — PRA Luqman Zulkaedin sudah resmi dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, menggantikan mendiang ayahnya, Sultan Sepuh XIV.

”Alhamdulillah, hingga saat ini, adat istiadat dan tradisi serta silsilah Kasultanan Kasepuhan Cirebon masih tetap terjaga, dari mulai Sunan Gunung Jati sampai Sultan Sepuh XIV dan sekarang oleh kami sebagai Sultan Sepuh XV,” kata Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Luqman mengatakan, semasa hidup Sultan Sepuh XIV sudah memberikan amanat kepadanya untuk menjadi penerus. Sebab, itu merupakan tradisi turun temurun. Selain itu, Lembaga Peneliti dan Pentashih Nasab Asyraf Azmatkhan Ahlulbait Internasional telah menerbitkan buku paspor nasab untuk dirinya dan baru diserahkan secara resmi oleh Shohibul Faroji Azmatkhan.

”Sebagai penerus dan tradisi turun temurun, yang dilaksanakan dari sejak era Sunan Gunung Jati ratusan tahun yang lalu, di mana pengganti sultan adalah putra sultan,” ujar Luqman Zulkaedin.

Keraton Kasepuhan lanjut Luqman, bersama Keraton-keraton se-nusantara telah mengalami masa-masa sejarah panjang, dari era kerajaan atau kasultanan, era kolonial, sampai era Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, kerajaan dan kasultanan se-Nusantara turut serta mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam menyikapi polemik yang terjadi di Keraton Kasepuhan Cirebon menawarkan dua jurus untuk menyelesaikan polemik tersebut. Yakni berpegang pada sila keempat yaitu musyawarah mufakat. ”Sehingga bisa diselesaikan melalui koridor hukum,” kata Ridwan Kamil.

Komentar

Loading...