100 Dokter Meninggal karena Covid-19, Ini Ketakutan Netty Prasetiyani Aher

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher -- dpr ri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tercatat sampai dengan saat ini total sudah 100 orang dokter meninggal dunia akibat pandemi virus Korona atau Covid-19 di tanah air. Para tenaga kesehatan itu selalu menjadi garda terdepan dalam menangani para pasien positif Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan terhadap dokter dan para tenaga kesehatan lainnya.

“Sebab mereka bekerja di zona yang rentan penularan. Kita tidak ingin ada tenaga medis yang terpapar atau gugur akibat prosedur penanganan Covid-19 yang kurang standar,” ujar Netty kepada wartawan, Selasa (1/9).

Netty mengatakan, jika perlindungan terhadap tenaga medis tidak diprioritaskan. Maka Indonesia akan mengalami kerugian besar di masa depan. Apalagi, jumlah dokter kita kurang dari 200 ribu orang, masih belum sepadan dengan jumlah penduduk.

“Jika kebijakan perlindungan terhadap dokter tidak efektif, bukan tidak mungkin kita akan mengalami krisis dokter dan tenaga medis,” katanya.

Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan jumlah dokter paru di Indonesia, yakni 1.976 orang. Dengan jumlah tersebut maka satu dokter paru harus melayani sekitar 245 ribu warga.

“Semua pihak harus terlibat melindungi dokter dan tenaga medis sebagai aset bangsa yang berharga. Diawali dengan disiplin semua orang dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak fisik,” ungkapnya.

Komentar

Loading...