Biaya Pengobatan Korban Diduga Salah Tembak Ditanggung Polisi

Selasa, 1 September 2020 22:13

Foto Anjas semasa hidup.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Iqbal, 22 tahun, Ammar, 18 tahun, dan Anjas, 23 tahun telah mendapat pengobatan medis di RS Bhayangkara, Kota Makassar.

Ketiganya menjadi korban dugaan salah tembak oleh oknum polisi di Jalan Barukang pada beberapa hari yang lalu.

Selama menjalani pengobatan di rumah sakit yang berada di Jalan Andi Mappaoddang itu, sama sekali tidak menanggung biaya apapun selama pengobatan.

Biaya itu sepenuhnya ditanggung oleh aparat kepolisian yang bertanggungjawab atas peristiwa dugaan salah tembak tersebut.

“Seluruhnya kami yang selesaikan semua, dari Polres Pelabuhan. Ini juga jadi pelajaran untuk kita,” kata Kapolres Pelabuhan, AKBP Muh Kadarislam, Selasa (1/9/2020).

“Makanya tindakan kepolisian yang menyebabkan masyarakat jadi korban, ini akan kita evaluasi kembali ke depan tak ada lagi hal serupa,” sambung perwira dua melati ini.

Ketiga korban mengalami luka yang berbeda-beda. Ammar dan Iqbal mengalami luka yang diduga bekas tembakan di kaki.

“Tidak ada yang kami bayar. Semua ditanggung Pak Polisi,” kata korban, Ammar, di rumahnya.

Sedangkan Anjas terkena luka di kepala hingga dia mengembuskan napas terakhirnya di RS Bhayangkara, dan telah dimakamkan di Kabupaten Maros, pada Senin siang (31/8/2020) kemarin.

Kata AKBP Kadarislam, anggotanya saat itu merasa terancam nyawanya saat diteriaki pencuri oleh warga, padahal anggotanya itu hanya ingin mengembangkan sebuah kasus di sana.

Namun tugas kepolisiannya itu terkendala hingga aparat dan warga sekitar bersitegang dan menimbulkan korban jiwa.

Saat kejadian, ada seorang Binmas yang berupaya melerai kedua pihak. Namun suara tembakan puluhan kali terdengar hingga Anjas diduga terkena tembakan di kepala bagian dahi.

“Setelah anggota kami dipukul dan diteriaki pencuri akhirnya lari, terdesak akhirnya melakukan penyelamatan di situ,” tambahnya.

“Setelah penyelamatan selesai, anggota pergi ambil motornya dan dikeroyok lagi dan akhirnya melakukan penembakan. Dan itu masih didalami Polda, apakah ada kelalaian atau tidak,” sambung perwira dua melati ini. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar