Cerita Korban Pertama Dugaan Penembakan, Ditolong Polisi, Massa Salah Paham

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ammar Ma'ruf masih meringis kesakitan di rumahnya, Jalan Barukang III, Kota Makassar. Luka yang diduga bekas tembakan di kakinya masih terasa.

Dia adalah korban pertama peristiwa dugaan salah tembak oleh oknum polisi yang terjadi pada Minggu dini hari (30/8/2020).

Saat itu di Jalan Barukang 1, dia mendengar ada orang yang dikejar oleh warga di Jalan Bolu. Orang itu adalah anggota polisi yang awalnya disangka pencuri.

Polisi itu pun merasa terdesak dan terancam karena akan dihakimi oleh warga sekitar. Hingga akhirnya datanglah polisi lain untuk menolong temannya itu.

Ammar pun keluar ke jalanan menyaksikan dan hendak melawan. Namun nahas, dia pun terkena luka yang diduga tembakan di kaki kirinya.

"Dia arahkan senjata ke arah saya. Saya pun tidak sempat lari. Dan yang tembak saya, tidak kutahu dia singgah atau pergi," katanya, saat ditemui di rumahnya, Selasa (1/9/2020).

Usai terkena luka yang diduga timah panas itu, Ammar langsung ditolong oleh polisi lain dan dibawa ke RS Bhayangkara.

"Saya sudah mau ditolong, massa masih melempar dan dikejar sampai ke atas (Jalan Barukang lorong 4). Di situlah Anjas dikena," tambahnya.

Masih di tempat yang sama, menyusul Iqbal yang diduga juga terkena luka tembakan di kaki.

Setelah itu, ketegangan antara warga dan aparat kian memanas hingga bergeser ke Jalan Barukang Lorong 4.

Di sana, Anjas sekarat. Diduga dia juga terkena tembakan di bagian kepala dan kritis hingga meninggal dunia di RS Bhayangkara, Kota Makassar.

"Korban pertama saya, kedua Iqbal, dan ketiga Anjas," jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan