Cerita Korban Pertama Dugaan Penembakan, Ditolong Polisi, Massa Salah Paham

Selasa, 1 September 2020 20:42

Ammar Ma'ruf

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ammar Ma’ruf masih meringis kesakitan di rumahnya, Jalan Barukang III, Kota Makassar. Luka yang diduga bekas tembakan di kakinya masih terasa.

Dia adalah korban pertama peristiwa dugaan salah tembak oleh oknum polisi yang terjadi pada Minggu dini hari (30/8/2020).

Saat itu di Jalan Barukang 1, dia mendengar ada orang yang dikejar oleh warga di Jalan Bolu. Orang itu adalah anggota polisi yang awalnya disangka pencuri.

Polisi itu pun merasa terdesak dan terancam karena akan dihakimi oleh warga sekitar. Hingga akhirnya datanglah polisi lain untuk menolong temannya itu.

Ammar pun keluar ke jalanan menyaksikan dan hendak melawan. Namun nahas, dia pun terkena luka yang diduga tembakan di kaki kirinya.

“Dia arahkan senjata ke arah saya. Saya pun tidak sempat lari. Dan yang tembak saya, tidak kutahu dia singgah atau pergi,” katanya, saat ditemui di rumahnya, Selasa (1/9/2020).

Usai terkena luka yang diduga timah panas itu, Ammar langsung ditolong oleh polisi lain dan dibawa ke RS Bhayangkara.

“Saya sudah mau ditolong, massa masih melempar dan dikejar sampai ke atas (Jalan Barukang lorong 4). Di situlah Anjas dikena,” tambahnya.

Masih di tempat yang sama, menyusul Iqbal yang diduga juga terkena luka tembakan di kaki.

Setelah itu, ketegangan antara warga dan aparat kian memanas hingga bergeser ke Jalan Barukang Lorong 4.

Di sana, Anjas sekarat. Diduga dia juga terkena tembakan di bagian kepala dan kritis hingga meninggal dunia di RS Bhayangkara, Kota Makassar.

“Korban pertama saya, kedua Iqbal, dan ketiga Anjas,” jelasnya.

Iqbal, Ammar, dan Anjas telah mendapat pertolongan medis dari rumah sakit. Namun, karena luka yang dialami Anjas sangat parah, dia pun meninggal dunia pada Minggu sore.

Kini Anjas telah dimakamkan di kampung halamannya, Kabupaten Maros. Sedangkan Iqbal dan Ammar sudah berada di rumahnya masing-masing dan sementara pemulihan.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa aparat yang diperiksa oleh Propam Polda Sulsel untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Kronologis lengkap dari insiden itu pun belum ada hingga saat ini. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
6
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar