HIPMI: Pengusaha Muda Harus Ikut Andil dalam Pengolahan Limbah B3 Medis

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengapresiasi agresifitas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menangani limbah infeksius Covid-19 secara serius, cepat, dan tepat.

Dengan bertambahnya jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit, Puskesmas, dan pusat pelayanan kesehatan, telah pula meningkatkan volume limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis.

Azwar ST dari Bidang 4 Perhubungan dan BUMN BPP HIPMI, dalam diskusi virtual bersama Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Selasa (1/9/2020), juga memuji KLHK telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri LHK Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19 yang ditujukan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan kepala daerah di seluruh Indonesia.

“Kementerian LKH pada bulan Maret sudah menetapkan APD penanganan pasien covid dan limbah B3 pasien covid berbahaya sehingga gubernur, pemerintah kota/kabupaten harus menjabarkan di daerah tentang penanganan limbah itu,” jelas Azwar kepada fajar.co.id usai gelaran diskusi.

Anggota DPRD Kota Makassar itu mendorong pemerintah daerah harus punya stimulus untuk mengcover kebijakan pusat bahwa limbah Covid termasuk limbah B3.

Perlu adanya penanganan khusus terhadap limbah jenis ini guna memutus mata rantai penularan virus Corona, kemudian mengurangi jumlah limbah medis, dan mempelajari serta mendukung kapasitas pengelolaannya.

Azwar memandang terdapat peluang bagi pengusaha muda di sektor pengolahan limbah B3 khususnya di daerah untuk ikut ambil bagian dalam penanganannya. Pasalnya masih sedikitnya perusahaan yang fokus ke dalam sektor bisnis tersebut.

Komentar

Loading...