KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Bupati Bogor

Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY) dipeluk keluarga saat keluar dari penjara. Kini RY harus kembali mendekam di balik jeruji besi. (Dok PojokSatu.id/ Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjangan masa penahanan mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu merupakan tersangka kasus dugaan pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi.

“Penyidik melakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka RY (Mantan Bupati Bogor ) selama 40 hari dimulai tanggal 2 september 2020 s/d 11 Oktober 2020,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (31/8).

Rahmat Yasin ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan berkas perkara.

Rahmat Yasin merupakan mantan terpidana penerima suap dari mantan bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala terkait izin alih fungsi lahan hutan yang dikelola PT Bukit Jonggol Asri itu bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 1 September 2020 mendatang.

KPK kembali menjerat Rahmat Yasin sebagai tersangka atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni kasus dugaan pemotongan uang dan penerima gratifikasi.

Rahmat Yasin yang baru bebas pada pertengahan tahun lalu diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar sekitar Rp 8,93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Rahmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu. Selain itu, uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Komentar

Loading...