Pemerintah Siapkan RUU Cipker

Obyek Wisata Mandalika Lombok, Pemerintah akan memfokuskan pengembangan infrastruktur yang mendukung sektor pariwisata lima tahun ke depan (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Perekonomian terutama pariwisata menjadi sektor yang cukup terpukul di tengah pandemi Covid-19. Karena itu butuh langkah yang efektif untuk menyelamatkan para pelaku industri itu.

Peneliti pariwisata dan dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Baiquni mengatakan, kendala saat ini yang tengah dihadapi oleh UMKM di sektor pariwisata adalah soal kemudahan untuk mendapatkan modal terutama untuk mengembangkan pariwisata lokal di daerahnya.

Karena itu, kata Baiquni, Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Cipker) yang punya semangat pemangkasan birokrasi dan kemudahan perizinan usaha dan dapat mendongkrak perekonomian UMKM di sektor pariwisata tentunya harus diapresiasi.

Menurutnya, dengan dimudahkannya izin akan menjadi sitmulus untuk mendatangkan modal investasi sebagai mitra yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM disektor pariwisata tersebut.

“Saya kira pertama UMKM pariwisata harus dikuatkan, kan banyak sekali, kekuatan masyarakat yang sebenarnya butuh pendampingan, manajemen, dan juga pendanaan,” kata Baiquni saat dihubungi wartawan di Jakarta, (31/8).

Baiquni juga mengungkapkan, sektor pariwisata saat ini sangat liberal, banyak aset yang akhirnya dimiliki oleh pihak swasta. Sehingga peran dari UMKM kian tergeser.

Karenanya, RUU Ciptaker menjadi paradigma baru sebagai aturan yang tidak hanya mengatur berjalannya investasi, tetapi juga fokus mengatur pada nasib pekerja, dan tata ruang.

“Ciptaker itu menata orang, ruang, dan uang. Jadi tiga hal ini dipadukan dalam sebuah RUU ciptaker,” kata dia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...