Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi, Mey Susanti: Awalnya Saya Bertanya-tanya

Petugas kepolisian membawa boneka manekin yang digunakan untuk mengganti peran jasad LNS tergantung di ventilasi di Komplek Perumahan Royal Mataram, NTB, Selasa (25/8/2020). Foto: ANTARA/Dhimas B.P.

FAJAR.CO.ID, MATARAM – Polisi sudah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap mahasiswi inisial LNS, yang diduga dilakukan kekasihya, R.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan bahwa pihaknya belum melihat ada fakta baru dari rekonstruksi kasus pembunuhan itu.

“Dari rekonstruksinya, kami belum temukan ada fakta baru,” kata Kadek Adi di Mataram, Senin.

Dalam giat rekonstruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan LNS, di rumah yang hanya dihuni tersangka bersama adiknya di Kawasan Perumahan Royal Mataram, polisi membaginya ke 35 adegan.

Mulai dari adegan pertemuan tersangka dengan korban di TKP pada Kamis (23/7) sore, dilanjutkan pertengkaran, mencekik hingga menggantung jasad korban di ventilasi rumah menggunakan boneka manekin.

Seluruhnya digelar dengan akses terbatas dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Dalam giatnya, terpantau rekonstruksi pembunuhan LNS hanya disaksikan oleh penyidik kepolisian maupun pihak kejaksaan dari Kejari Mataram. Tidak ada pendampingan tersangka oleh kuasa hukum, begitu juga dari pihak keluarga korban.

Akses untuk wartawan pun terbatas. Giatnya hanya bisa disaksikan dari luar garis polisi depan gerbang TKP.

Ketua RT yang juga mengharapkan untuk turut serta menyaksikan rekonstruksi tersebut, tidak diperkenankan masuk. Terkait hal itu, Kadek Adi menjelaskan, rekonstruksi kasus pidana merupakan salah satu syarat formil dalam berkas penyidikan. Siapa yang boleh mengikuti jalannya rekonstruksi, itu menjadi kewenangan penyidik.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...