Terdakwa Korupsi Menangkan Banyak Tender, Perusahaan Tak Diblacklist

Ilustrasi proyek

FAJAR.CO.ID, PINRANG– Kontraktor terdakwa kasus korupsi di Pinrang tetap diberi proyek. Tak masuk daftar hitam meski bermasalah.

Semester satu kemarin, proses tender-tender proyek memang sudah jalan. Sedikitnya, ada belasan proyek konstruksi yang nilainya tembus miliaran rupiah. Merujuk data LPSE Kabupaten Pinrang, ada empat titik proyek yang diketahui sedang dikerjakan oleh terdakwa kasus korupsi tahun anggaran 2014 lalu, Hatta.

Yakni Pembangunan Jalan Beton Pinrang-Jampue, Pemeliharaan Berkala Jalan Paket II (DAK), Pembangunan Jalan Beton Cempa II – Wakka dan Pemeliharaan Berkala Jalan Paket I (DAK). Akumulasi nilai pagu empat titik proyek itu sebanyakRp24,86 miliar.

“Iya memang ada beberapa titik pengerjaan,” kata Hatta saat dikonfirmasi soal titik-titik pengerjaan konstruksi dari perusahaannya, Senin, 31 Agustus.

Namun perlu diketahui, eks Ketua Gapensi itu merupakan kontraktor besar yang telah melalui sidang pertamanya beberapa waktu lalu. Dia didakwa kasus korupsi pembangunan jalan di Kabupaten Pinrang tahun 2014. Dia mengerjakan paket III (hotmix dan beton) senilai Rp11,2 miliar.

Bahkan jika dilacak awal sejak aparat kepolisian melakukan gelar perkara kasus tersebut, perlu durasi waktu lima tahunan hingga akhirnya berkas masalah tersebut P-21. Kemudian masuk proses sidang Juli 2020 lalu.

“Iya sudah sidang. Tetapi sejak 6 tahun lalu ada persoalan, sudah bukan saya di perusahaan. Anak saya yang atas nama di situ (Haji Nua),” akunya.

Komentar

Loading...