Tergolong Tinggi, Tingkat Kerawanan Netralitas ASN di Atas 50 Persen

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Makassar masih rawan dalam hal netralitas. Bahkan, tingkat kerawanannya tergolong tinggi. Di atas 50 persen.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Nursari menyebut, hal tersebut menjadi perhatian dari pihaknya dengan menggelar sosialisasi terhadap pentingnya menjaga netralitas bagi ASN.

“Kalau kita liat IKP (Indeks Kerawanan Pemilu) poinya di atas 50, berarti cukup rawan. Itulah yang melandasi kita (Bawaslu) untuk berinteraksi dengan ASN agar tidak melakukan hal-hal yang dianggap salah,” kata Nursari, di Hotel Golden Tulip, Selasa (1/9/2020).

Dalam mengawasi, Nursari menjelaskan bahwa pihaknya hadir di setiap Deklarasi atau kegiatan-kegiatan kampanye Bakal Calon (Balon) Wali Kota untuk memantau secara langsung apakah ada pelanggaran atau tidak. Termasuk kehadiran ASN.

Sementara saksinya sendiri Nursari mengatakan ada dua jenis sebelum balon ditetapkan jadi calon wali kota oleh KPU Makassar.

“Sebelum penetapan calon masih ada dua hal yg bisa diduga dilanggar ASN, yaitu nilai dasar dan kode etik. Kedua sanksi disiplin. Tapi kalau ada pasangan calon sudah tetap maka bisa ditambah lagi pidana,” pungkasnya.

Jika ada ASN yang melanggar atau tidak metral, Nursari menyebut sudah menyiapkan mekanisme dan prosedur. Mulai dari proses pengkajian, pemanggilan saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan yang akan diklarifikasi. Setelah itu akan melahirkan sebuah rekomendasi ke instansi Komisi ASN.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...