Begini Perkembangan Pengembangan Vaksin Merah Putih

ONLY FOR CLINICAL TRIAL: Petugas kesehatan menunjukkan contoh vaksin saat simulasi uji klinis kemarin. (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia tak mau hanya bersandar pada vaksin bikinan asing. Karena itu, pembuatan vaksin dalam negeri yang diberi nama vaksin Merah Putih terus dikebut.

Meski demikian, hingga kini pengembangannya baru mencapai 40 persen. Padahal, vaksin yang didatangkan dari Sinovac sudah memasuki uji klinis fase ketiga.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, pengembangan vaksin Merah Putih dilakukan lembaga Eijkman.Ghufron menekankan, pengembangan vaksin dalam negeri tersebut sangat penting. Sebab, Indonesia harus bisa mencapai kemandirian vaksin Covid-19. Apalagi, jumlah penduduknya begitu besar.

Nanti, ketika sudah rampung dan bisa diproduksi masal, vaksin itu diberikan kepada masyarakat.

Merujuk ketentuan World Health Organization (WHO), untuk mendapatkan kekebalan tertentu pada masa pandemi, minimal 70 persen warga di satu negara harus diberi vaksin.

Untuk memenuhi target tersebut, vaksin Merah Putih yang akan diproduksi masal pada 2022 itu bisa mengambil bagian 50 persen dari kebutuhan.

Sebab, tahun depan setidaknya ada 260 juta vaksin hasil kerja sama Bio Farma dan Sinovac. Vaksin itu diberikan kepada 130 juta orang yang masing-masing harus mendapatkan dua dosis. ’’Kami berharap 50 persen akan disuntik vaksin Merah Putih,” tuturnya.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan progres pengembangan vaksin Merah Putih. Pihaknya sudah melakukan kloning dari gen virus di Indonesia.

Komentar

Loading...