Ikut Atur Uang Suap dari Joker, Andi Irfan Jaya Ditetapkan Tersangka

Andi Irfan Jaya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kejaksaan Agung menetapkan politikus Partai Nasdem Andi Irfan Jaya menjadi tersangka baru di kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyebutkan Andi diduga terlibat dalam penerimaan uang oleh Pinangki terkait pengurusan pengajuan fatwa bebas untuk terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra alias Joker.

“Pada hari ini penyidik telah menetapkan satu orang tersangka lagi dengan inisial AI, disangka melakukan tindak pidana korupsi sesuai Pasal 15 UU Tipikor,” kata Hari Setiyono saat konferensi pers di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020).

Kejaksaan menjerat Andi dengan Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang percobaan pemufakatan jahat. Hari belum menjelaskan secara detail mengenai dugaan peran Andi dalam perkara ini.

“Pasal sangkaannya Pasal 15 adanya dugaan permufakatan jahat yang dilakukan PSM dengan JST sebagaimana yang disampaikan dalam rangka mengurus fatwa,” ungkapnya.

Pemberian suap diduga berkaitan dengan permohonan peninjauan kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA). Sebelumnya, Kejagung telah memeriksa teman dekat jaksa Pinangki, Andi Irfan Jaya.

Andi diduga akan membantu Pinangki menyamarkan uang US$ 10 juta. Kasus ini bermula ketika Pinangki menyodorkan proposal US$ 100 juta untuk mengurus fatwa bebas kepada Djoko Tjandra. Belakangan, Djoko hanya menyanggupi US$ 10 juta.

Komentar

Loading...