Isu Penonaktifan Kades Cabul di Wajo Mencuat

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kepala Desa (Kades) Lempong, Abd Karim diminta untuk dinonaktifkan. Agar fokus dengan kasus pencabulan yang menyeret namanya, kini bergulir di kepolisian.

Presiden Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) Herianto Ardi menilai, penonaktifan sementara terhadap Kades Lempong Kecamatan Bola itu bisa saja dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wajo. Mengingat kasusnya tengah bergulir dimeja penyidik Satreskrim Polres Wajo.

“Ini untuk kebaikan bersamaan. Supaya palannya Pemdes Lempong juga tidak terganggu,” ujar Ardi kemarin.

Apalagi, tambah Ardi, kasus pencabulan yang dilaporkan korban, AP (23) sejak pertengahan Juli lalu, belum membuahkan hasil. Seperti terkatung-katung.

“Komisi I DPRD Wajo juga perlu mendorong PMD melakukan penonaktifan sementara itu. Saya kira, itu wajar. Pak Kades bisa fokus menyelesaikan kasusnya dan tidak ada alasan untuk mangkir ketika ada pemanggilan,” tuturnya

AP yang merupakan mahasiswi asal Kota Makassar, tengah melakukan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kantor Desa Lempong. Namun mendapatkan perlakuan tidak senonoh diakhir masa prakteknya oleh Abd Karim.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Muhammas Warpa mengaku sejak kasus ini bergulir. Sebanyak 11 saksi telah diperiksa. Termasuk pelapor dan terlapor. Gelar perkara pun sudah dilakukan.

“Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Kami butuh saksi ahli, untuk penyelidikan lanjutan,” sebutnya.

Komentar

Loading...