Kepengurusan Tak Rampung, DPD II Golkar Wacanakan Musda Ulang

Kepengurusan Tak Rampung, DPD II Golkar Wacanakan Musda Ulang

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Komposisi struktur kepengurusan baru DPD I Golkar Sulsel periode 2020-2025 yang dikirim ke DPP masih menjadi perdebatan panjang.

Ini disebabkan tindakan dan sikap Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel terpilih yang belum dilantik tidak melibatkan tim formatur dalam penyusunan personalia pengurus partai berlambang pohon beringin di Sulsel.

Bukti tidak dilibatkannya para tim formatur yang beranggotan lima orang kecuali dirinya (Taufan), beberapa waktu lalu secara sembunyi-sembunyi, mengirim nama-nama calon pengurus ke DPP tanpa persetujuan melalui hasil keputusan musyawarah dengan formatur lainnya yakni, Natsir Abdillah, Farouk M Betta (DPD II) dan Imran Tenri Tatta (Perwakilan Hasta Karya).

Padahal menurut aturan di partai tertua itu, mereka yang diberi amanah menjadi tim formatur, harus dan wajib bertandatangan dalam SK kepengurusan baru sebelum disedorkan ke DPP.

Namun secara fakta, ternyata pengusulan personalia pengurus baru Golkar Sulsel hanya ditandatangani Taufan Pawe seorang diri. Tak ada tandatangan Farouk, Natsir Abdillah dan Imran Tenri Tatta.

“Ini bukan persoalan komposisi atau struktur pengurus yang diusulkan tetapi lebih kepada aturan yang harus ditegakkan dan dijalankan secara musyawarah dan mufakat,” kata Abdillah Natsir salah satu tim formatur, Rabu (2/9/2020).

Adapun mengenai kabar serta isu yang dikembangkan ke publik bahwa adanya penolakan nama-nama calon pengurus yang diusulkan TP, menurut Abdillah hal itu keliru.

Komentar

Loading...