Kritik Pemerintah, Arief Poyuono Tuding Faisal Basri Ngawur

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri-- jawa pos

Faisal mengatakan, jika melihat secara definisi di buku-buku yang ada, resesi terjadi jika tingkat output untuk Produk Domestik Bruto (PDB) turun selama beberapa waktu tertentu, bisa beberapa bulan maupun tahun.

Menurutnya, itu tidak berkaitan dengan besaran negatifnya. Maka, katanya, jika ekonomi kuartal III-2020 terkontraksi atau minus maka sudah dikatakan resesi karena ekonomi Indonesia kuartal II-2020 sudah minus 5,32 persen.

”Menko aja pemahaman resesinya nol besar. Kata menko kalau Kuartal II 5,3 minusnya, Kuartal III minus 5 itu enggak resesi, karena minusnya turun, ngeri enggak? Komandan ekonominya enggak ngerti resesi apa,” tandasnya.

Sementara menurut Arief, jika kwartal III banyak yang memprediksi indeks pertumbuhan ekonomi antara 2-4 persenan. ”Nah artinya ada pertumbuhan ekonomi dong,” timpal Arief.

Dan ini bisa jadi, lanjut dia, sebuah optimisme bahwa perekonomian di era Covid mulai menunjukan harapan untuk bangkit. Ini ditandai dengan mulai tumbuhnya lapangan kerja baru, serta peningkatan belanja pemerintah, konsumsi masyarakat dan meningkatnya angka ekspor.

”Jadi sudah benar kata kata Pak Menko perekonomian dong. Daripada omongan Faisal Basri sang ekonom itu,” pungkasnya. (fin)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar