Limbah Medis Covid-19 Cemari Sungai, Wadduh… Jumlahnya Ribuan Ton

Ilustrasi Limbah Medis. (FOTO: AFP)

Melihat fakta yang terjadi, politisi Partai Gerindra Saraswati Djojohadikusumo angkat bicara masalah ini. Secara tegas ia sangat menyesalkan munculnya pencemaran yang secara jelas meresahkan warga.

”Ya, seharusnya tata kelola limbah medis dijaga dengan sangat hati-hati, terutama di era Pandemi yang belum mereda ini. Jangan sampai menjadi alasan baru penularan ke warga Tangsel dan sekitarnya,” timpal Saraswati.

Menurutnya penanganan masalah ini harus dilakukan secepatnya, mumpung tingkat pencemaran sungai belum terlalu buruk. Memang limbah medis, terutama dalam masa pandemi ini, menjadi masalah tersendiri.

Pentingnya kemungkinan pemrosesan sampah di TPA di wilayah Tangsel dilakukan agar sampah-sampah tersebut bukan sekedar dibuang hingga melebihi kapasitas tampung. ”Karena TPA itu sendiri artinya Tempat Pemrosesan Akhir, bukan sekedar pembuangan akhir,” tegas Saraswati.

Selain itu, berkaitan dengan limbah medis Covid-19, calon wakil wali kota Tangsel itu yakin, pemerintah pusat tidak akan menolerir jika limbah ini dibuang sembarangan apalagi di aliran sungai.

”Contohnya seperti pengelolaan limbah medis yang dilakukan di Wisma Atlet Kemayoran, yang ditangani secara khusus, Tangsel pun, seharusnya melakukan hal yang sama,” terang wanita jebolan University of Virginia itu.

Di tempat terpisah, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis karena minimnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang tersebut dan kenaikan limbah medis akibat pandemi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...