Limbah Medis Covid-19 Cemari Sungai, Wadduh… Jumlahnya Ribuan Ton

Rabu, 2 September 2020 22:36

Ilustrasi Limbah Medis. (FOTO: AFP)

”Contohnya seperti pengelolaan limbah medis yang dilakukan di Wisma Atlet Kemayoran, yang ditangani secara khusus, Tangsel pun, seharusnya melakukan hal yang sama,” terang wanita jebolan University of Virginia itu.

Di tempat terpisah, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis karena minimnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang tersebut dan kenaikan limbah medis akibat pandemi.

”Sebaran perusahaan-perusahaan pengolah limbah B3 medis itu di Indonesia sangat sedikit,” kata Roy Wangintan dari Bidang 4 Perhubungan dan BUMN BPP Hipmi dalam diskusi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta pada Selasa (1/8).

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per April 2020, terdapat 14 perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan limbah B3 medis. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur.

Hal itu perlu menjadi perhatian karena peluang tersebut menjadi lebih besar di saat pandemi, ketika volume limbah B3 medis bertambah akibat penggunaan alat pelindung diri (APD) yang meningkat baik di rumah sakit maupun di rumah tangga.

Bagikan berita ini:
1
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar