LPSK : Korban Penyerangan Polsek Ciracas Harus Dapat Ganti Rugi

Personel TNI Polri mengawal keamanan di Mapolsek Ciracas, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020), usai insiden penyerangan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. (ANTARA/Andi Firdaus)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut korban penyerangan Polsek Ciracas harus mendapat ganti rugi dari pelaku sesuai Undang-undang (UU) yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, terdapat 2 orang anggota polisi yang diserang oleh para pelaku setelah penyerangan Polsek Ciracas terjadi.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengatakan, LPSK siap memfasilitasi para korban untuk memperoleh restitusi.Menurut Edwin, proses hukum terhadap pelaku harus ditegakkan. Termasuk masyarakat yang menjadi korban peristiwa tersebut juga harus memperoleh haknya.

“Semua pihak yang menjadi korban peristiwa penyerangan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8) dini hari lalu berhak mendapatkan restitusi (ganti rugi) dari pelaku,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).

Pada Selasa (1/9), LPSK telah menerjunkan tim untuk melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Ciracas dan Pasar Rebo untuk menggali data serta informasi terkait kerugian yang diderita sejumlah korban. Tim juga akan menemui langsung korban dan saksi peristiwa tersebut.

Edwin berharap agar peristiwa penyerangan dan perusakan seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Edwin melihat, peristiwa yang terjadi Sabtu dini hari tersebut telah menimbulkan rasa takut masyarakat serta menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit.

“Ini sudah masuk kategori perbuatan teror,” jelasnya.

Komentar

Loading...