Ma’ruf Amin Ungkap Rp 356,5 T Disiapkan untuk Sektor Kesehatan

Rabu, 2 September 2020 10:18

Wapres Ma’ruf Amin (Humas Setwapres)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kucuran anggaran penanganan pandemi Covid-19 berlanjut hingga tahun depan. Pemerintah tetap memprioritaskan bidang kesehatan dalam menangani pandemi penyakit asal Tiongkok itu.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, bagi pemerintah bidang kesehatan di tengah pandemi Covid-19 menjadi prioritas. Sehingga diharapkan bisa segera menuntaskan pandemi.Menurut Ma’ruf, penuntasan pandemi Covid-19 menjadi prasyarat untuk meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah.

Ma’ruf mengatakan tanpa ada keyakinan tersebut, maka akan terus terjadi semacam ketakutan untuk memulai kegiatan ekonomi. ’’Termasuk untuk melakukan aktivitas belanja atau konsumsi,’’ katanya di Jakarta Selasa (1/9).

Menurut dia selama masyarakat masih diliputi ketakutan dan tidak ada keyakinan kepada upaya penanganan pandemi, kegiatan ekonomi tidak berputar.

Untuk itu, anggaran penanganan pandemik yang digelontorkan pemerintah cukup besar di sektor kesehatan.

Dia mengungkapkan tahun ini anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun. Dari anggaran itu, sebesar Rp 87 triliun untuk sektor kesehatan.

Sementara itu untuk tahun depan, Ma’ruf mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp 356,5 triliun untuk penanganan kesehatan. “Anggaran itu, Red) termasuk untuk pengadaan vaksin Covid-19,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf juga menjelaskan adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada bertambahnya angka kemiskinan. Dia menjelaskan Maret 2020 lalu tercatat ada penambahan 1,6 juta orang miskin baru. Sehingga jumlah angka kemiskinan menjadi 26,42 juta jiwa atau sekitar 9,78 persen.

Sebagai perbandingan pada September tahun lalu jumlah angka kemiskinan ada 24,79 juta jiwa atau 9,22 persen. Ma’ruf mengatakan angka kemiskinan itu masih berpotensi meningkat menjadi 11,5 persen pada akhir tahun ini. Kondisi ini terjadi jika upaya penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak berjalan dengan baik.

Dia lantas menjelaskan sejumlah program penanganan dampak ekonomi. Diantaranya adalah memperluas cakupan penerima bantuan dari 25 persen rumah tangga ekonomi terbawah menjadi 40 persen rumah tangga ekonomi bawah. Total anggaran untuk bantuan sosial ini Rp 203,9 triliun.

Kemudian program lain yang menyasar rumah tangga di derajat kemiskinan 40 persen sampai 60 persen terbawah. Yakni Bantuan Presiden Produktif (Banpres) Rp 22 triliun. Lalu juga ada bantuan subsidi upah untuk 15,7 juta pekerja denan total anggaran Rp 37,78 triliun. (JPC)

Bagikan berita ini:
4
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar