Pengusutan Dugaan Monopoli Proyek RSUD Gowa, KPPU Jangan Masuk Angin

Banyak Kejanggalan. Suasana salah satu gedung di RSUD Syekh Yusuf. Proyek ini menuai sorotan lantaran banyak dugaan kejanggalan dalam proses tender. (nurhadi/fajar)

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Sudah satu bulan lebih KPPU mendalami kasus dugaan monopoli proyek RSUD Syekh Yusuf. Tak ada perkembangan.

Ketua Lingkar Advokasi Rakyat, Hendrianto Jufri, meminta agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar serius menangani kasus dugaan dugaan monopoli pembangunan gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf.

“Sudah sebulan lebih tapi tidak ada progres. KPPU jangan masuk angin. Seharusnya sudah ada tindakan,” kata Henrianto Jufri, Selasa, 1 September.Ia menyebut, laporannya masuk per tanggal 21 Juli.

“Kami meminta agar KPPU terbuka. Proses laporan adanya dugaan pelanggaran undang-undang No 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat sudah sejauh mana,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak rekanan diduga melanggar Pasal 26 huruf a, huruf b, dan huruf c tentang Jabatan Rangkap undang-undang No 5 Tahun 1999.Dalam pasal itu jelasnya, disebutkan pada huruf a, bahwa seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan. Pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisarispada perusahaan lain.

Sementara huruf b disebutkan, memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang dan atau jenis usaha. Dan huruf c disebut secara bersama dapat menguasai pangsa pasar barang dan atau jasa tertentu, yang dapat mengakibatkan terjadinyapraktek monopoli.

Selain itu, disebutkan pada Pasal 27 tentang kepemilikan saham. Bahwa pelaku usaha dilarang memiliki saham mayoritas pada beberapa perusahaan sejenis yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang yang sama.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...