Penyerangan Polsek Ciracas, Letjen Kiki Syahnakri Singgung Jiwa Korsa TNI

Ketum Pimpinan Pusat Purnawirawan TNI AD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. Foto: tangkapan layar YouTube

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri mengungkapkan, perkelahian polisi dengan prajurit TNI AD dari dulu sudah ada.

Namun, jumlah kasusnya makin meningkat pascapemisahan TNI dan Polisi. Pernyataan Kiki ini menanggapi aksi penyerangan yang dilakukan sejumlah oknum prajurit TNI terhadap Polsek Ciracas, Jakarta Timur pada 29 Agustus 2020.

Ini adalah kasus yang kedua kalinya setelah pada medio Desember 2018, Polsek Ciracas juga diserang. Kiki yang juga Ketum Pimpinan Pusat Purnawirawan TNI AD ini menjelaskan, di militer ada jiwa korsa.

Kalau ada jiwa korsa yang berujung pada tindakan pengrusakan itu sudah tindakan kriminal dan berlebihan.

“Kasus penyerangan Polsek Ciracas itu harus ditelusuri penyebabnya kenapa sampai terjadi. Jangan hanya berhenti pada penindakan. Apalagi dari dulu perkelahian antara Polisi dan TNI AD ada, tetapi setelah pemisahan angkanya lebih tinggi,” terang Kiki dalam kanal Hersubeno yang diunggah, Selasa (1/9).Perkelahian polisi bukan hanya dengan TNI AD tetapi juga angkatan lainnya.Menurut Kiki, penyebabnya adalah dari kalangan TNI sendiri rasa superioritas masih ada sampai sekarang.

Kebalikannya di polisi sejak reformasi, memiliki kewenangan yang cukup luas sehingga muncul arogansi. “Jadi di dua pihak ada faktor yang harus dibenahi. TNI rasa superioritasnya harus dihilangkan pelan-pelan. Polisi juga arogansinya enggak boleh ada gitu dong. Ini sangat dirasakan kedua belah pihak,” terangnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...