Rektor UINSU Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah

ILUSTRASI/ TERSANGKA

FAJAR.CO.ID, MEDAN– Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) terseret dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu TA 2018 Kampus 2 UINSU Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Ini setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diri Reskrimsus) Polda Sumut tetapkan sebanyak tiga tersangka dalam perkara ini, dimana salah satunya sang rektor.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dalam siaran tertulisnya, Selasa (1/9/2020).

“Tiga tersangka yaitu Drs SS, MA, ASN (aparatur sipil negara) yang juga Pejabat Pembuat Komitmen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Kemudian JS, SE yaitu Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa. Terakhir, ASN juga Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Prof Dr S, S.Ag,MAg,” ungkapnya.

Tatan mengungkapkan penetapan tersangka ketiganya setelah penyidik menyakini adanya dugaan kerugian negara. Sebab, pembangunan Kampus II itu tak kunjung selesai sejak 2018. Sedangkan anggaran negara melalui Kementerian Agama telah gelontorkan Rp50 miliar.

“Pengerjaan pembangunan Kampus II UINSU ini oleh kontraktor PT Multi Karya Bisnis Perkasa (MKBP). Dugaan pengerjaan proyek ini mangkrak, tidak selesai sampai saat ini,” jelasnya.

Selain itu, penetapan ketiga tersangka berdasarkan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor : R-64/PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020. Hasil audit tersebut menyatakan, negara alami kerugian sebesar Rp10.350.091.337,98.

Komentar

Loading...