Usut Pencucian Uang Jaksa Pinangki, Kejagung Gandeng PPATK

Jaksa Pinangki

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Tujuannya untuk menelusuri dugaan pencucian uang yang dilakukan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Kejagung menduga, uang suap dari Djoko Tjandra dibelanjakan sejumlah aset mewah oleh Pinangki yang merupaka istri polisi itu. Salah satunya adalah mobil BMW X5.

“Ketika pengenaan TPPU tentu akan diusut semua dibantu rekan-rekan PPATK dan lain lain,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Ardiansyah di kantornya, Selasa (1/9).

Kejagung juga telah menjerat Pinangki dengan pasal TPPU. Terlebih, dari hasil penggeledahan pada Sabtu (29/8), Kejagung berhasil menyita mobil mewah bermerk BMW X5 yang diduga dibeli dari uang pemberian suap Djoko Tjandra.

Uang suap yang diberikan Djoko Tjandra kepada Pinangki sebesar USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar.

Uang miliaran rupiah itu untuk membantu pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA) agar Djoko Tjandra tak dieksekusi dalam kasus hak tagih Bank Bali.

“Fakta hukum yang kita temukan, Pinangki menawarkan penyelesaian ke Djoko Tjandra. Kemudian Djoko Tjandra percaya ke dia dan mau keluar uang untuk fatwa,” tegas Febrie.

Kendati demikian, Febrie mengklaim perbuatan penerimaan suap Pinangki dari Djoko Tjandra tidak berkaitan dengan tugas kesehariannya sebagai jaksa. Menurutnya, Pinangki hanya menerima uang untuk membantu pengurusan fatwa di MA.

Komentar

Loading...