100 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Ini Permintaan IDI Makassar ke Pemerintah

Ilustrasi korban Covid-19

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turut prihatin terhadap nasib para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang terus berguguran menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan hingga saat ini, dokter yang telah wafat mencapai 100 orang.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap para dokter dan nakes tersebut. Di mana mereka telah berjuang melawan covid 19 selama 6 bulan.

“Tidak pernah ini diperhatikan dokter-dokter oleh pemerintah, gugus tugas. Bagaimana gizi, makanan, tidak ada!,” keluh dr Wachyudi, Rabu (2/9/2020).

Dirinya juga menyayangkan tuduhan yang ditujukan kepada dokter yang telah mengambil untung di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut sama sekali tidak benar.

“Malah dapat isu kita untung besar dari honornya, itukan isu semuanya, yang kami minta tolong bantu kami. Kita punya masing-masing keluarga,” paparnya.

Selain itu, dirinya kecewa terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah beberapa bulan terakhir dalam menangani pandemi. Seakan-akan tidak ada keseriusan.

“Kita sudah lakukan protokol yang ketat, tapi tiba-tiba lagi mau dibuka bioskop, ampun deh. Kasihan kami ini, perhatikan dokter, nakes, yang punya keluarga,” ucapnya.

Ia berharap, peristiwa yang terjadi hingga menggugurkan banyak dokter bisa membuat masyarakat makin paham bahwa pendemi Covid-19 ini bukan sebuah konspirasi.

“Kami berharap masyarakat paham ini bukan virus biasa, ini luar biasa sebab terbukti 100 dokter yang tahu penanganan dan pencegahannya tapi terkena juga,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

Komentar

Loading...