Berkas Penyidikan Jaksa Pinangki Dilimpahkan ke PU

Pinangki Sirna Malasari-- pojoksatu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Proses penuntasan kasus buronan kakap Djoko Tjandra terus berjalan. Kali ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan berkas perkara dugaan suap jaksa Pinangki Sirna Malasari dari proses penyidikan ke penuntut umum. Hal ini dilakukan untuk memproses secara cepat perkara yang melibatkan oknum Korps Adhyaksa itu.

“Terhadap penanganan perkara atas nama tersangka oknum Jaksa PSM telah dilakukan penyerahan berkas perkara tahap satu, dari penyidik kepada penuntut umum,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono di kantornya, Rabu (2/9).

Hari menuturkan, penuntut umum memiliki waktu tujuh hari untuk meneliti berkas perkara penyidikan jaksa Pinangki. Apabila lengkap, berkas perkara ditingkatkan ke tahap selanjutnya.

“Kalau lengkap atau istilah P21 kalau tidak lengkap maka akan diberi tahu penyidik dalam waktu 7 hari untuk dilengkapi sesuai penuntut umum,” tegas Hari.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan seorang tersangka baru yakni Andi Irfan Jaya yang diduga perantara suap antara Djoko Tjandra dengan jaksa Pinangki. Andi Irfan pun diduga turut membantu pengurusan fatwa Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA).

“Kami sampaikan peran terhadap tersangka AIJ adanya kerjasama, Pasal 15 ada dugaan pemufakatan jahat oleh oknum jaksa PSM dengan JST dalam rangka mengurus fatwa,” cetus Hari.

Hari menduga, Andi Irfan menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra terhadap Pinangki. Diketahui, Djoko Tjandra yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap memberikan uang senilai USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar untuk Pinangki.

Komentar

Loading...