Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Prof Hasbullah Thabrany: Siap-siap Membuka Lokasi Karantina

Ilustrasi situasi ruang perawatan pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta. (Hafidz Mubarak/Pool/AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — DKI Jakarta dinilai tengah dalam masa darurat Covid-19. Pasalnya, selama beberapa terakhir, kasus baru melonjak di atas 1.000 kasus.

Kendati banyak pasien tanpa gejala, tapi tak sedikit pasien kondisi sedang dan berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Kondisi ini membuat ruang perawatan, khususnya isolasi dan ICU penuh.Sementara para dokter yang menangani berguguran sehingga membuat SDM kesehatan semakin menipis.

Semakin banyak kasus, artinya para pasien Covid-19 bisa menularkan ke orang banyak lainnya.

“Yang terbaik kesadaran masyarakat. Jangan egois,” ujar Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof Hasbullah Thabrany.

“Banyak yang nggak paham kalau mereka terkena penyakit ini mereka tak bisa tertangani karena keterbatasan sumber daya manusianya,” sambungnya dilansir JawaPos.com.

Karena itu, ia mendorong tenaga medis bisa memilah mana yang bisa diisolasi di rumah atau di RS dalam kondisi darurat.

Sementara, untuk kasus ringan jangan membebani para dokter spesialis.“Pasien yang ringan bisa ditangani dokter umum. Dokter spesialis terbatas. Mereka perlu istirahat,”

“Jangan karena pekerjaan menumpuk begitu banyak. Mereka lupa disiplin diri, lemah dan menjadi korban,” katanya.

Indonesia sendiri, sambungnya, kekurangan dokter spesialis paru yang jumlahnya sangat sedikit. Sementara, produksi dokter spesiali jelas membutuhkan waktu panjang.

Komentar

Loading...