Dititip di Rutan KPK, Andi Irfan Jaya Dipecat Nasdem

IRFAN JAYA

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus Sulsel, Andi Irfan Jaya resmi ditetapkan tersangka dalam kasus suap jaksa Pinangki. Ia diduga kuat berperan sebagai pengantar uang suap Djoko Tjandra atau Joker.

Malam tadi, Andi Irfan Jaya (AIJ) dikawal ketat petugas saat keluar dari Gedung Bundar Kejagung RI, pukul 19.00 WIB atau pukul 20.00 WITA. Irfan keluar dengan mengenakan rompi berwarna pink dengan tangan terborgol. Politikus Partai Nasdem ini tak menjawab pertanyaan media sebelum masuk ke mobil.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono menjelaskan, Andi Irfan Jaya resmi menyandang status tersangka usai menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi.

Ia diduga terlibat menerima uang sekaitan dengan kasus jaksa Pinangki. Sebelumnya, Pinangki sudah ditetapkan tersangka pengurusan fatwa bebas terpidana kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.”Pada hari ini (kemarin), penyidik menetapkan satu tersangka lagi dengan inisial AI (Andi Irfan),” ungkapnya, Rabu petang, 2 September.

Menurutnya, Irfan disangka dengan Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 dengan dugaan gratifikasi yang dilakukan Pinangki. Tetapi, ia tidak menjelaskan peran penting Irfan dalam kasus Joker ini.

“AI diduga terlibat dalam permufakatan jahat dugaan gratifikasi yang diduga dilakukan oknum jaksa PSM (Pinangki Sirna Malasari),” tuturnya. Berdasar pengembangan penyidik, disebutkan Pinangki tidak menerima uang tersebut secara langsung dari Djoko Tjandra. “Tetapi, diduga melalui tersangka yang baru (Andi) itu,” imbuhnya.

Komentar

Loading...