Kisah Tragis Kematian Eks Kepala BPN Tri Nugraha

Kamis, 3 September 2020 11:44

Aset kendaraan milik mantan Kepala BPN Denpasar dan Badung Tri Nugraha yang diamankan Kejati Bali (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Pada November 2019, saat itu Kajati Bali dijabat Idianto, Tri ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi saat menjabat Kepala BPN Kota Denpasar 2007 – 2011.

3.Empat bulan kemudian, 19 Maret 2020, mulai pukul 13.00 – 15.00 Tri diperiksa di Kejati Bali. Penyidik menyodorkan 24 pertanyaan. Saat itu Tri mengenakan kaus polo putih dengan didampingi pengacaranya.

  1. Pada Juni, Tri ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uangn (TPPU). Dengan demikian, Tri menyandang dua status tersangka. Yakni gratifikasi dan TPPU.
  2. Pada 22 Juli 2020, Tri kembali nongol di Kejati Bali. Tri yang mengenakan kemeja panjang putih dan celana hitam terlihat didampingi tiga orang pria.

Tri terlihat lebih kurus dibandingkan pertama kali mendatangi Kejati Bali pada Maret lalu. Kedatangan Tri kali ini menyerahkan sertifkat aset berupa tanah di daerah Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Luas tanah 250 hektare. Hal itu disampaikan Kajati Bali yang baru, Erbagtyo Rohan dan Wakajati Bali Asep Maryono.

  1. Setelah itu, penyidik aktif menyita aset bergerak milik Tri. Sebanyak 12 unit kendaraan, terdiri dari 8 kendaraan roda empat dan 4 unit roda dua.

Penyidik juga menyita 14 bidang tanah yang ada di Denpasar, Badung, hingga Bandung, Jawa Barat. Sebagian besar tanah tidak atas nama Tri.

Bagikan berita ini:
8
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar