Lima ASN Pemkot Makassar Langgar Netralitas

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar telah mencatat kasus pelanggaran netralias Aparatur Sipil Negara (ASN) jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) mendatang.

Ketua Bawaslu, Nursari mengungkapkan, sebanyak enam ASN melanggar netralitas masing masing satu orang dari Pemerintah Provinsi dan lima orang merupakan ASN di Lingkungan kerja Pemkot Makassar.

“Untuk pilkada 2020 ini sudah ada 6 ASN langgar netralitas 5 asn dari Pemkot Makassar dan 1 asn Provinsi,” ungkapnya, saat ditemui, Kamis (3/9/2020).

Nursari menjelaskan, jenis pelanggaran pelanggarannya pun berbeda-beda. Mulai dari mencalonkan diri sebagai Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) namun belum cuti, hingga mendukung salah satu Bapaslon.

“Ada ASN Provinsi dan Pemkot Makassar maju sebagai calon tetapi tidak mengajukan cuti dan masih tanggungan negara. Ada juga mendukung salah satu bakalan pasangan calon,” jelasnya.

Sementara tahapan prosesnya, lanjut Nursari, akan dikembalikan lagi ke pihak Pj Wali Kota atau Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) yang akan memberikan sanksi berdasarkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Sifatnya begini kalau ada penerusan dari Bawaslu ke KASN untuk dilakukan pemeriksaan, setelah itu mengeluarkan rekomendasi ke Wali kota atau pejabat pengawas Kepegawaian sebagaimana yang rekomendasi itu,” imbuhnya.

“Sementara Bawaslu posisinya itu adalah mendapatkan tembusan saja dari surat,” tambah Nursari.

Komentar

Loading...