Penangguhan JRX Ditolak, Kuasa Hukum Bandingkan dengan Kasus Suap Jenderal Polisi

  • Bagikan

Contoh lain, lanjut Gendo, ada di tingkat kejaksaan. Dugaan kejahatan yg dilakukan oleh oknum Jaksa Pinangki dalam kasus Joko Tjandra sampai saat ini juga tidak ditahan, atau di lingkup kejaksaan tinggi Bali, kasus yang melibatkan Tersangka eks Petinggi BPN yang berakhir dengan dugaan bunuh diri, juga sebelumnya tidak ditahan padahal yang bersangkutan sudah beberapa kali menyulitkan pemeriksaan, dengan meninggalkan pemeriksaan.

"Bandingkan dengan JRX, apakah ada JRX menyulitkan pemeriksaan sehingga menjadi alasan kuat menolak penangguhan penahanan? Jelas tidak ada. Lantas seperti diketahui JRX tetap ditahan dengan alasan subyektif," paparnya.

Namun demikian, Gendo tetap menghormati kewenangan institusi kepolisian maupun kejaksaan. "Kendati kami harus katakan kami kecewa dengan pembedaan perlakukan hukum terhadap JRX," pungkasnya.

Saat ini, kata Gendo, perkara JRX sudah bergulir di PN Denpasar. Walaupun hasil permohonan penangguhan penahanan ditolak di kepolisian dan di kejaksaan pihaknya tetap akan mengajukan penangguhan ke Pengadilan Negeri Denpasar.

Sebab, kata dia, prasyarat JRX untuk mendapatkan penangguhan sebenarnya dapat terpenuhi. Namun, lanjutnya, hal itu kembali lagi kepada kewenangan subyektif Pengadilan Negeri Denpasar. (JPC)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan