Peneliti Ungkap Bakteri Melakukan Perjalanan dari Mars ke Bumi

Ilustrasi permukaan bumi.(iStockphoto)

FAJAR.CO.ID, TEKNO — Sebuah studi yang baru diterbitkan mencatat bahwa sejenis bakteri dapat bertahan hidup di luar angkasa di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional, membuka kemungkinan bahwa kehidupan dapat berpindah dari Mars.

Dikutip dari New York Post, penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, mencatat bahwa bakteri Deinococcus yang dikeringkan mampu bertahan selama tiga tahun di luar ISS pada pelat aluminium di luar laboratorium ruang angkasa.

Ini memberikan kepercayaan pada gagasan “panspermia,” hipotesis bahwa kehidupan di Bumi berasal dari mikroorganisme di luar angkasa.

“Asal usul kehidupan di Bumi adalah misteri terbesar umat manusia. Beberapa orang berpikir bahwa kehidupan sangat langka dan hanya terjadi sekali di alam semesta, sementara yang lain berpikir bahwa kehidupan dapat terjadi di setiap planet. Jika panspermia memungkinkan, kehidupan pasti ada lebih sering dari yang kita duga sebelumnya. ” kata rekan penulis studi Dr. Akihiko Yamagishi dalam sebuah pernyataan.

Bakteri Deinococcus di permukaan lempeng mati, tetapi menciptakan lapisan pelindung bagi bakteri di bawahnya untuk memastikan kelangsungan hidup koloni.

Para ahli menemukan bahwa Deinococcus, kadang-kadang dikenal sebagai “Conan the Bacterium” karena kemampuannya untuk bertahan hidup dalam kondisi yang keras, mengambang 7,5 mil di atas bumi.

Menggunakan data kelangsungan hidup bakteri antara satu dan tiga tahun, Yamagashi dan peneliti lain menemukan bahwa 0,5 milimeter dan lebih tebal akan hidup antara 15 dan 45 tahun di ISS.

Komentar

Loading...