Pilwalkot 2020 Diprediksi Jauh dari Pelanggaran Netralitas ASN

Tak Ada Petahana, Pilwalkot 2020 Diprediksi Jauh dari Pelanggaran Netralitas ASN

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari menilai, tidak akan ada kasus pelanggaran netralitas ASN di kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar (Pilwalkot) mendatang.

Menurutnya, kekosongan jabatan Wali Kota definitif memengaruhi ASN yang ada di jajaran Pemkot untuk tidak ikut terlibat politik. Apalagi Jabatan Wali Kota yang saat ini diisi Penanggung jawab (Pj).

“Saya pribadi justru menganggap bahwa kemungkinan untuk kasus pelanggaran netralitas ASN untuk tahun ini tidak ada,” ungkap Nursari saat ditemui, Kamis (3/9/2020).

Jika mengacu pada Pilkada sebelumnya, Kota Makassar memang sangat rawan terhadap kasus pelanggaran netralitas ASN. Di setiap tahun Bawaslu selalu menemukan adanya kasus pelanggaran netralitas.

“Makassar dalam setiap kontestasi politik memang rawan apalagi kasus 15 camat kemarin, memang selalu menjadi polemik dan hampir selalu bisa dipastikan selalu ada pelanggaran yang berkaitan dengan netralitas ASN,” papar Nursari.

Untuk itu, Ia berharap, kasus serupa tidak terjadi lagi di tahun ini. Dengan begitu, Pilwalkot bisa terlaksana secara jujur dan tak mencederai demokrasi. “Tetapi kita lihat dulu fakta selanjutnya bagaimana, kita berharap dan kita optimis saja semoga tidak ada kasus pelanggaran netralitas,”tandasnya.

Komentar

Loading...